Showing posts with label Filosofi hidup dari nahwu. Show all posts
Showing posts with label Filosofi hidup dari nahwu. Show all posts

Filosofi hidup : Usaha semampu mungkin : Al - fiyah bait 63

Berusaha! saya yakin setiap manusia punya sesuatu yang mereka usahakan, tapi bukan ini yang saya maksudkan, berusaha disini adalah bagaimana kita tatkala sedang mengerjekan sesuatu atau sedang mengalami sesuatu berusahalah sendiri sebisa mungkin tanpa meminta bantuan kepada orang lain,

ini lah filosofi hidup yang dapat kita ambil dari bait alfiyah bait 63

وَفِي اخْتِيَارٍ لاَ يَجِيء الْمُنْفَصِلْ ¤ إذَا تَــــأَتَّى أنْ يَجِيء الْمُتَّــصِلْ

"Dalam keadaan bisa memilih, tidak boleh mendatangkan Dhomir Munfashil jika masih memungkinkan untuk mendatangkan Dhomir Muttashil."

Maksud dari bait diatas sebenarnya menjelaskan tentang penggunaan bentuk dhomir yakni selagi keadaan ikhtiyar janganlah menggunakan dhomir munfasil, gunakanlah dhomir muttasail, karena tujuan dhomir untuk meringkas kata dan dhomir muttasil lebih ringkas katannya, ya untuk keterangannya dapat di baca nanti dilain kesempatan

Namun kita dapat mengambil pelajaran atau filosofi hidup dari bait ini bahwa selagi keadaan kita ikhtiyar (tidak dorurot dan semisal ini) berbuatlah atau berusahalah kita sebisa kemampuan kita jangan kita mengandalkan orang lain.

Ada cerita takala seorang ulama' di tanya  "Manakah yang lebih utama, makan dengan tangan atau dengan sendok?", Maka ulama' tersebut menjawabnya dengan bait alfiyah ini, selagi kita punya tangan kenapa harus makan pakai sendok kan gitu......

Wallahu a'lam
Semoga bermanfaat

Filosofi hidup : Keharmonisan rumah tangga : Al - fiyah bait 25-26

Ini lah ilmu nahwu, Barang siapa menguasai satu fan (bidang) ilmu, maka akan dapat memahami ilmu lainya, dan ilmu nahwu ini banyak sekali penafsiran di dalamnya bahkan kita dapat mengambil pelajaran di dalam ilmu nahwu.

Walaupun sebenarnya tergantung dari diri kita bagaimana kita memahaminya, tapi menerut saya orang yang terbaik adalah orang yang mampu mengambil pelajaran atas perkara apapun untuk kebaikan pribadi kita masing.

Salah satunya pelajaran yang sapat kita ambil dari kitab alfiyah bait 25 dan 26 ini adalah mengenai kehidupan berumah tangga.

فَارْفَعْ بِضَمَ وَانْصِبَنْ فَتْحَاً وَجُرْ ¤ كَسْــــــرَاً كَــذِكْرُ اللَّهِ عَبْــدَهُ يَسُـرْ

Rofa’kanlah olehmu dengan tanda Dhommah, Nashabkanlah! Dengan tanda Fathah, Jarrkanlah! Dengan tanda Kasrah. Seperti lafadz Dzikrullahi ‘Abdahu Yasur.

وَاجْزِمْ بِتَسْكِيْنٍ وَغَيْرُ مَا ذُكِرْ ¤ يَنُــوْبُ نَحْوُ جَا أَخْــو بَنِي نَمِــرْ

Dan Jazmkanlah! Dengan tanda Sukun. Selain tanda-tanda yang telah disebut, merupakan penggantinya. Seperti lafadz: Jaa Akhu Bani Namir
___________________________

Dua bait alfiyah ditas sebenarnya menjelaskan tentang tanda asal i'rob, namun kita dapat mengambil point point penting yang kita tafsiri untuk membagun keharmonisan dalam kehidupan berumah tangga, point nya yaitu

Suami istri harus kompak
Ini adalah penafsiran dari "Rofa'kan lah dengan dhomah", yang ma'na asli dari dhomah adalah "kumpul", jadi suami istri harus saling kumpul, saling menbagun kekompakan

Saling terbuka
Ini adalah penafsiran dari "Nashobkanlah denga fathah" yang dari segi ma'na bahasanya adalah "Ankat lah keterbukaan", Perinciannya "Nashob" ma'nanya "naik", dan "fathah" ma'nanya "buka" yang penafsiranya bahwa suami istri itu harus saling terbuka, membangun komunikasi yang baik, yang istilah kerennya adalah tidak ada dusta diantara kita

Membuang perkara yang dapat menimbulkan perpecahan
Ini adalah penafsiran dari "Jarkanlah dangan fathah" yang dari segi ma'na bahasanya adalah "Seretlah perpecahan" Perincianya "Jar" Ma'nanya "Seret" dan "Kasroh" ma'nanya "Pecah" yang penafsirannya bahwa suami isrtri harus menjauhi, membuang, menghindari perkara yang dapat menimbulkan perpecahan dengan cara yang di sesuaikan dengan kehidupan kehidupan keluarga tersebut.
Istiqomah
Ini adalah penafsiran dari "Jazmkan lah dengan sukun" yang dari ma'na bahasanya adalah "Diam" Maksudnya dalam kehidupan berumah tangga ini, harus slalu istiqomah, baik dalam hal berdo'a untuk keluarga atau pun dalam menghadapi cobaan
Walahu'alam
Semoga bermanfaat